:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2397269/original/088257100_1540993437-Kantong-Jenazah-Kembali-Diturunkan-dari-KN-SAR-Sadewo3.jpg)
Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT, Soerjanto Tjahjono, mengungkap dugaan kecelakan pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610. Dugaan sementara, pesawat tidak meledak di udara.
"Pesawat mengalami pecah ketika bersentuhan dengan air, ketika impact terhadap air, dan pesawat tidak pecah di udara," kata Soerjanto di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur, Senin (5/11/2018).
Hal ini juga dipejelas dengan temuan serpihan-serpihan pesawat yang kecil. Menurut Soerjanto, bila pesawat tersebut meledak di udara, maka serpihan akan lebih tersebar.
"Ketika pesawat menyentuh air, kecepatannya cukup tinggi, maka serpihan yang terjadi sedemikian rupa. Menandakan energi yang dilepas saat itu sangat luar biasa," ujar Soerjanto.
Saksikan video pilihan di bawah ini
Pihak keluarga korban Pesawat Lion Air JT 610, Jannatun Cintia Dewi (24) sudah menerima informasi terkait identifikasi jenazah korban. Rencananya, jenazah korban akan diterbangkan dari Jakarta ke Sidoarjo pada Kamis, 1 November 2018 pagi.
No comments:
Post a Comment