Pages

Friday, May 3, 2019

Catatan Akhir Pekan: Dunia Tak Akan Runtuh Saat Kita Puasa Media Sosial

Liputan6.com, Jakarta - Media sosial atau medsos saat ini seperti sudah menjadi candu yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari Senin sampai Minggu bahkan dari pagi hingga malam rasanya ada yang kurang afdol kalau kita tak menggunakan media sosial.

Anda rela menatap layar gawai maupun laptop selama mungkin untuk melihat apa yang tengah terjadi di media sosial, update aktivitas atau melihat dan mengomentari aktivitas teman. Sehari tak menggunakan medsos itu ibarat makan tanpa nasi, tak terasa kenyang dan membuat kita kurang semangat.

Bahkan kita terkadang rela tidak bertemu atau berinteraksi secara langsung dengan keluarga, pasangan atau teman kita, demi punya waktu untuk menggnakan medsos. Namun pernahkah Anda terpikir untuk berhenti sejenak dari kegiatan dunia maya tersebut?

Tak harus dalam waktu lama, coba sehari saja. Kira-kira bisakah kita? Kita memang bakalan tertinggal berita maupun kabar dan gosip terbaru. Tapi dunia tak akan runtuh kalau kita tidak menggunakan medsos. Apakah kita akan rugi?

Rasanya tak ada ruginya untuk puasa sejenak dari aktivitas yang satu ini. Apalagi menyambut bulan puasa atau Ramadan yang akan dimulai beberapa hari lagi, mungkin kita juga bisa memulai puasa memakai medsos. Salah satunya, misalnya, puasa menggunakan Facebook.

Sejak 2005, Facebook sudah menjadi fenomena di seluruh dunia dengan mempopulerkan istilah media sosial. Istilah ini bertanggung jawab dalam revolusi cara manusia berkomunikasi, dan digunakan oleh semua orang mulai dari anak-anak hingga lansia.

Dengan peran dan pengaruh yang besar, tak mengherankan beberapa masalah muncul seperti tingkat kecanduan dan betapa sulitnya hidup tanpa interaksi media sosial.

Dilansir dari Digital Trends, menurut penelitian oleh Pew Research Center, 59 persen pengguna media sosial yang disurvei pada akhir 2018 mengatakan kalau mereka tidak sulit hidup tanpa medsos. Mereka mengatakan bisa meninggalkan media sosial kapan saja.

Penelitian demografi usia menunjukkan orang berusia di atas 55 tahun, sebanyak 66 persen tepatnya, lebih mungkin hidup tanpa media sosial. Di sisi lain, 40 persen dari mereka yang disurvei mengakui bahwa mereka tidak dapat melepaskan diri dari media sosial dengan cara apapun.

Mereka mengaku mendapatkan banyak hal positif saat puasa medsos. Di antaranya, bisa lebih fokus pada diri sendiri karena berhenti membandingkan diri dengan orang lain, lebih menikmati hidup, lebih memperhatikan orang terdekat dan memperbaiki cara berkomunikasi.

Let's block ads! (Why?)

https://www.liputan6.com/lifestyle/read/3956975/catatan-akhir-pekan-dunia-tak-akan-runtuh-saat-kita-puasa-media-sosial

No comments:

Post a Comment