:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2789228/original/071899000_1556261561-20190426-Penampakan-Sungai-Ciliwung-yang-Meluap-di-Pejaten-Timur7.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Pakar Arsitektur Perkotaan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Jehansyah Siregar menyebut program naturalisasi tidak cocok diterapkan untuk sungai yang dilalui debit air besar, seperti Kali Ciliwung.
Naturalisasi merupakan program strategi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengantisipasi banjir di Jakarta. Naturalisasi kata dia, adalah dengan pengembalian fungsi sungai ke fungsi yang lebih alami.
"(Naturalisasi untuk) sungai-sungai kecil, kemudian kawasan sekitar sungainya itu masih kurang permukiman penduduknya, itu bisa dilakukan," kata Jehansyah di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, 3 Mei 2019.
Selain itu, dia juga mengatakan sekitar Kali Ciliwung merupakan lokasi pemukiman warga. Sehingga itu akan mempersulit proses naturalisasi.
"Jadi, boleh saja Pak Gubernur punya konsep itu karena sungai Jakarta itu 13 sungai besar dan sungai kecil banyak. Nah itu konsep untuk sungai-sungai kecil naturalisasi," ucapnya.
Jehansyah menyarankan agar solusi strategi banjir dapat penanganan lebih besar dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Mengingat permasalahan banjir tak hanya jadi masalah di Ibu Kota, tetapi kota penyangga.
https://www.liputan6.com/news/read/3956993/pakar-sebut-konsep-naturalisasi-anies-tak-bisa-diterapkan-di-kali-ciliwung
No comments:
Post a Comment