Pages

Sunday, May 5, 2019

MUI Minta Tak Ada Lagi 'Cebong' dan 'Kampret' di Bulan Ramadan

Liputan6.com, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak seluruh umat Islam menyambut Ramadan dengan mengedepankan toleransi dan semangat persaudaraan. Hal itu dinilai penting mengingat kondisi masyarakat sempat memanas karena Pemilu 2019. 

“Setelah berakhirnya masa pencoblosan, agar seluruh masyarakat kembali merajut tali silaturahmi dan persaudaraan yang selama ini tercabik-cabik, terkotak-kotak, dan terpecah belah karena perbedaan pilihan politik,” kata Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi, seperti dilansir dari JawaPos.com (5/5/2019).

Zainut mengatakan, berpuasa merupakan implementasi dari nilai-nilai Islam tentang perdamaian, kasih sayang, dan keadilan. Khususnya dalam mengembangkan kembali semangat persaudaraan dan kebangsaan.

Dalam momentum bulan Ramadan Zainut mengajak seluruh pihak untuk mengakhiri semua silang sengketa, saling tuduh, fitnah dan saling olok.

Dia tak mau, ke depan masih ada lagi penyebutan ‘kampret’ dan ‘cebong’, antara tiap pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden. Seperti diketahui, ledekan dengan menyebut 'kampret' biasa diarahkan kepada pendukung Prabowo-Sandiaga, sedangkan pendukung Jokowi-Ma'ruf disebut sebagai 'cebong'. 

“Marilah kita kembali menjadi manusia yang mulia karena kita adalah saudara,” ujarnya.

Di sisi lain, MUI mengingatkan lembaga penyiaran meningkatkan kepatuhannya pada UU Penyiaran serta Pedoman Perilaku dan Standard Program Siaran (P3SPS) yang dikeluarkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di bulan Ramadan. Sebaliknya, tidak boleh adanya tayangan yang kurang baik.

“Siaran-siaran yang kurang baik seperti tayangan yang mengandung kekerasan, perilaku seks menyimpang, hal-hal gaib, paranormal, klenik dan candaan yang berlebihan,” tegas dia.

 

Let's block ads! (Why?)

https://www.liputan6.com/pilpres/read/3958031/mui-minta-tak-ada-lagi-cebong-dan-kampret-di-bulan-ramadan

No comments:

Post a Comment